Program Studi Teknik Sipil FT Unud Menyelenggarakan Seminar Nasional Teknik Sipil 2026
Untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, dan kompetensi peserta dalam bidang teknik sipil, Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Udayana menyelenggarakan Seminar Nasional Teknik Sipil dengan Tema “Mitigasi Risiko Proyek Konstruksi dalam Menghadapi Perubaham Iklim”. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara daring untuk kategori peserta umum dan secara luring untuk peserta kategori mahasiswa pada tanggal 10 Mei 2026. Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Prof. Dr. Gusti Ngurah Alit Susanta Wirya, S.p., M.Agr., kegiatan ini menghadirkan narasumber pada sesi pertama, yaitu Dr. Ir. Agus Jajang Hendrawan, S.T., M.T. selaku Vice President Risk Management PT Hutama Karya (Persero) dan Norman R. Ismail, S.T., M.M. selaku Business Development Manager Ampd Energy. Selanjutnya, pada sesi kedua hadir Kazuki Tsujimoto selaku Sector Team Leader/Sabo Design Engineer for CS-VDRRSL Semeru Project dan Hefryan Sukma Kharismalatri selaku Sediment Analyst for CS-VDRRSL Semeru Project. Seluruh rangkaian sesi dimoderatori oleh Putu Cinthya Pratiwi Kardita, S.T., M.T.
Dalam pemaparannya narasumber sesi pertama, Dr. Ir. Agus Jajang Hendrawan, S.T., M.T., menjelaskan pentingnya mitigasi risiko dalam proyek jasa konstruksi. Beliau menekankan bahwa risiko merupakan ketidakpastian yang dapat memengaruhi pencapaian sasaran proyek sehingga perlu diidentifikasi, dianalisis, dan dimitigasi sejak dini. Selain itu, beliau memaparkan berbagai jenis risiko dalam proyek konstruksi serta pentingnya penerapan manajemen risiko yang sistematis untuk mendukung keberhasilan proyek, Sedangkan pemaparan materi dari Norman R. Ismail, S.T., M.M. membahas inovasi penggunaan sistem penyimpanan energi berbasis baterai pada proyek konstruksi sebagai upaya mewujudkan masa depan konstruksi yang bebas polusi. Beliau menjelaskan bahwa teknologi tersebut dapat mengurangi ketergantungan terhadap genset diesel, menekan emisi karbon dan kebisingan, meningkatkan efisiensi operasional alat berat, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan berkelanjutan.
Pemaparan materi dari narasumber sesi kedua, Kazuki Tsujimoto menjelaskan mengenai upaya pengurangan risiko bencana vulkanik melalui Proyek Volcanic Disaster Risk Reduction Sector Loan (VDRRSL) di Gunung Semeru. Beliau memaparkan karakteristik bencana sedimen akibat erupsi Gunung Semeru, seperti aliran piroklastik dan aliran debris, serta dampaknya terhadap masyarakat dan infrastruktur. Selain itu, dijelaskan pula perencanaan dan pembangunan infrastruktur sabo, tanggul, serta berbagai langkah mitigasi yang bertujuan mengurangi risiko bencana, melindungi kawasan permukiman, dan meningkatkan ketahanan wilayah terhadap aktivitas vulkanik di masa mendatang. sedangkan dalam pemaparan, Hefryan Sukma Kharismalatri, membahas karakteristik bencana aliran debris dan penerapan teknologi SABO sebagai upaya mitigasi bencana sedimen. Beliau menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur pengendali sedimen, sistem peringatan dini, serta perencanaan berbasis mitigasi risiko guna mengurangi dampak bencana terhadap masyarakat dan lingkungan.
Seminar Nasional Teknik Sipil 2026 berlangsung dengan baik dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta, yang terlihat dari aktifnya sesi diskusi dan tanya jawab. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh wawasan mengenai manajemen risiko konstruksi, teknologi energi berkelanjutan, serta mitigasi bencana vulkanik dan sedimen. Diharapkan ilmu yang diperoleh dapat bermanfaat serta mendukung pengembangan kompetensi dan inovasi di bidang teknik sipil.


FAKULTAS TEKNIK