Tugas Akhir

ANALISIS KEBUTUHAN ARMADA PENGANGKUT SAMAPAH DI KABUPATEN JEMBRANA (Studi kasus : kecamatan negara dan kecmatan jembrana

Skripsi

Abstrak

Oleh : I Putu Arya Parwata

Email : aryaparwata979@yahoo.co.id

Fakultas / Jurusan : Fakultas Teknik / S1 Teknik Sipil

Peningkatan jumlah samapah di Kabupaten Jembrana, khususnya Kecamatan Negara dan Kecamatan Jembrana, diikuti oleh peningkatan jumlah penduduk dan menyebabkan penumpukan sampah dibeberapa wilayah. Penyebab kondisi ini terjadi karena keterbatasan jumlah armada pengangkut sampah yang belum cukup untuk mengangkut volume sampah per hari di Kecamatan Negara dan Kecamtan Jembrana. Tujuan dari penelitian ini adalah memprediksi volume timbulan sampah dari tahun 2016 sampai tahun 2025, memprediksi kebutuhan armada pengangkut sampah dari tahun 2016 sampai tahun 2025, dan untuk mengetahui seberapa besar subsidi dari Pemerintah yang dibutuhkan armada pengangkut sampah. Dalam analisis ini diperlukan data data pendukung diantaranya adalah data primer dan data sekunder. Data primer berupa data survey perjalanan yang bertujuan untuk mencari data mengenai kecepatan perjalanan, serta jarak perjalanan. Data sekunder yang diperlukan yaitu data timbulan sampah orang/ hari/ liter, data jumlah penduduk, peta Kecamatan Negara dan Kecamatan Jembrana, jumlah armada yang ada, serta jumlah pelanggan PDAM di Kecamtan Negara dan Kecamatan Jembrana. Volume timbulan sampah di Kecamatan Negara dan kecamatan Jembrana dari tahun 2016 sampai tahun 2025 berturut turut: 180,851, 182,933, 185,036, 187,165, 189,326, 191,521, 193,706, 195,958, 198,209, 200,491m3/hari. Kebutuhan armada pengangkut sampah di Kecamatan Negara dan Kecamatan Jembrana dari tahun 2016 sampai tahun 2025, dari tahun 2016 sampai tahun 2023 di butuhkan 9 armada, dari tahun 2024 sampai tahun 2025 dibutuhkan 10 armada. Dari hasil perhitungan BOK subsidi yang dibutuhkan armada pengangkut sampah berdasarkan tabel 4.21 sebesar Rp 293.237.787 /tahun.

Kata kunci : -

Download : File 1 File 2 File 3