Tugas Akhir

ANALISIS PRIORITAS FAKTOR GREEN CONSTRUCTION PADA PROYEK KONSTRUKSI DI KABUPATEN BADUNG

Skripsi

Abstrak

Oleh : Dewa Nyoman Agreswara Jaya Harta

Email : agreswaradewa@yahoo.com

Fakultas / Jurusan : Fakultas Teknik / S1 Teknik Sipil

Kegiatan konstruksi merupakan salah satu penyumbang terbesar kerusakan lingkungan, kerusakan lingkungan tersebut dapat berupa limbah, polusi, pemborosan energi, dan lainnya. Dalam perkembangan pembangunan infrastruktur dan industri konstruksi konsep green construction adalah salah satu usaha yang dapat mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan dalam proses konstruksi. Dalam menerapkan suatu kondisi yang ramah lingkungan tersebut diperlukan faktor-faktor yang dapat digunakan sebagai acuan dalam proses penerapannya. Terdapat beberapa faktor yang dapat digunakan dari berbagai lembaga didalam maupun luar negeri seperi BREAM, HK-BEAM, LEED, GBCI, dan lainnya. Dengan begitu banyaknya faktor yang ada, maka perlu adanya analisis mengenai tingkat prioritas dari faktor-faktor tersebut sebagai acuan bagi pelaku konstruksi dalam pelaksanaan Green Construction. Penelitian dilakukan untuk menganalisis tingkat prioritas dari faktor green construction pada pembangunan bangunan komersil di Kabupaten Badung. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan metode AHP yaitu dengan membandingkan setiap faktor yang ada untuk kemudian menentukan faktor yang menjadi prioritas. Adapun jenis data yang digunakan yaitu data primer dan sekunder yaitu : data sekunder yaitu faktor-faktor green construction didapat dari studi literatur mengenai konstruksi ramah lingkungan. Faktor-faktor tersebut yaitu : peran manajer, pelatihan, program pengelola lingkungan, penelitian dan pengembangan, peralatan konstruksi, kontrol polusi, peran pemerintah, pemakian energi, dan dampak ekologis. Faktor-faktor tersebut dijadikan acuan dalam pertanyaan kuisoner yang merupakan data primer dalam penelitian ini. kuisoer diberikan terhadap tim manajer operasi proyek. Sampel responden diambil dengan menggunakan purposive sampling yang disebarkan dengan kuesioner berjumah 80 buah yang sudah ditetapkan syaratnya seperti, pengalaman kerja, pendidikan, dan jabatannya. Dari perhitungan AHP tersebut didapat bobot-bobot setiap faktor dan kriteria sebagai berikut : kriteria (level II) Aspek Operasional dengan bobot 51,09% memiliki nilai lebih tinggi dari pada Aspek Manajerial (48,91%). Faktor-faktor (level I) Green Construction antara Aspek Manajerial dan Operasional terdapat perbedaan bobot dan rangking antara lain sebagai berikut : pada Aspek Manajerial diperingkat pertama Peran Manajer dengan bobot 12,35%, selanjutnya Pelatihan (11,77%), kemudian Program Pengelola Lingkungan (11,45%). Sedangkan pada Aspek Operasional diperingkat pertama Peran Manajer dengan bobot 12,28%, selanjutnya Pemakian Energi (12,10%), kemudian Pelatihan (11,66). Prioritas faktor Green Construction proyek konstruksi di Kabupaten berdasarkan asumsi rata-rata yaitu 11,11%, yaitu: Peran Manajer (12,31%), Pemakaian Energi (11,76%), dan Pelatihan (11,71%).

Kata kunci : -

Download : File 1 File 2 File 3